Alwan Tholifin
0814111024

Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut disebabkan oleh angin. Angin di atas lautan mentransfer energinya keperairan, menyebabkan riak-riak, alun/bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai gelombang.
Gelombang/ombak yang terjadi di lautan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam tergantung kepada gaya yang menyebabkan terjadinya gelombang ter-sebut. Pembangkit gelombang laut dapat disebabkan oleh: angin (gelombang angin), gaya tarik menarik bumi-bulan-matahari (gelombang pasang-surut), gempa (vulkanik atau tektonik) di dasar laut (gelombang tsunami), ataupun gelombang yang disebabkan oleh gera-kan kapal. penyebab utama dari gelombang kelvin adalah gravitasi.
Gelombang yang sehari-hari terjadi dan diperhitungkan dalam bidang teknik pantai adalah gelombang angin dan pasang-surut (pasut).
Gelombang kelvin adalah gelombang yang menjalar di ekuator akibat fase transisi angin di ekuator dari timur ke barat (yang terjadi pada Mei-Juni dan November-Desember setiap tahun) yang memunculkan anomali angin. Karak-teristik gelombang tersebut di utara ekuator menjalar di kiri daratan, dan pada selatan ekuator menjalar di sebelah kanan daratan.
jika kita mengkaitkan penyebab gelom-bang kelvin dengan transisi angin di ekuator timur ke barat yang memun-culkan anomali angin , maka kita harus mengetahui proses terjadinya gelombang kelvin.
Proses terjadinya gelombang kelvin
Selama periode transisi monsun (musim panca-roba) yaitu sekitar April-Mei dan Oktober-Nopem-ber, berhembus angin daratan yang sangat kuat di ekuator Samudera Hindia sebelah barat yang kemudian membangkitkan arus deras ke timur. Arus deras yang terbatas ini hanya di permukaan perairan ekuator ini terbentuk setelah kira-kira satu minggu setelah angin baratan mulai bertiup. Massa air di bawahnya kemudian me-nyesuaikan gaya angin tersebut sebagai apa yang disebut dengan downwelling Kelvin Wave. Gelombang ini selan-jutnya bergerak ke timur sepanjang ekuator barat Samudera Hindia dan kemudian membentur pantai barat Sumatera di garis ekuator Indonesia dan direfleksikan kembali ke Samudera Hindia.
Gelombang balik ini terbagi dua yang kemudian bergerak ke utara dan ke selatan .Gelombang Kelvin yang bergerak ke selatan bergerak dari ekuator Samudera Hindia ke arah tenggara sejajar pantai Sumatera dan sepanjang pantai selatan Jawa hingga Lombok. Sedangkan yang ke arah utara bergerak menuju pantai barat Aceh. gelombang balik yang terjadi di ekuator timur – barat merupakan penyebab utama dari gelombang kelvin. Selanjutnya, fenomena astronomi berupa posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada garis lurus sehingga air laut menjadi pasang.
Perbedaan tekanan udara menyebabkan bertiupnya angin kencang dari arah tenggara Australia menuju barat. Kecepatan itu cukup kencang, mencapai 30 knot. Kencangnya angin menyebab-kan terjadinya gelombang tinggi di sep-anjang Pantai Jawa.
Hubungan antara elnino dengan gelombang kelvin
El Nino merupakan episode panas lautan Pasifik ekuator akibat peningkatan temperatur muka laut yang menga-kibatkan hujan lebat di Peru. Ketika angin pasat melemah sepanjang ekuator, massa air di lautan Pasifik Barat bergerak ke arah timur bersamaan dengan arus balik ekuator dan bercam-pur dengan massa air hangat di perairan Peru.
Analisis teoritis menunjukan bahwa gelombang Kelvin mempunyai struktur simetris di ekuator, sedangkan kejadian El Nino menunjukkan struktur kuasi-simetris temperatur muka laut di sekitar ekuator. Gelombang Kelvin dibang-kitkan oleh perubahan yang mendadak dari medan angin di lapisan atasnya, misalnya perubahan angin pasat pada awal terjadinya El Nino.
dampak gelombang kelvin
gelombang kelvin membawa pengaruh besar terhadap banyak segi kehidupan .terutama segi ekonomi para nelayan .
dari data dinas kelautan dan perikanan di perairan Kabupaten Pandeglang pada tahun 2001 adalah 92.917,7 ton, produksi perikanan laut 29.592,3 ton dan potensi yang belum dimanfaatkan 63.325,4 ton. Hal itu menunjukkan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan di perairan Pandeglang menjadi hanya sebesar 31,85%. data ini menunjukan bahwa terjadi penurunan tingakat produksi perikanan di daerah tersebut selama akibat gelombang kelvin .
para nelayan diperingatkan untuk tidak melaut karena selain cuaca buruk juga terjadi gelombang tinggi yang mampu menghempaskan kapal para nelayan .
selain itu gelkombang kelvin menyebabkan aadnya Fenomena rob yang sebenarnya telah banyak dikaji oleh para peneliti. Beberapa pakar berpendapat bahwa banjir rob yang puncaknya pada bulan April hingga Juni ini disebabkan oleh terjadinya ambles-an tanah (land subsidence) yang merupakan feno-mena alami karena adanya konsolidasi tanah atau penurunan permukaan tanah akibat pematangan lapisan tanah yang umurnya masih muda di kota bawah. Amblesan ini kemudian dipercepat akibat adanya pengambilan air bawah tanah yang ber-lebihan. Beberapa peneliti juga berpendapat bah-wa banjir rob dapat disebabkan oleh adanya ke-giatan pengerukan pelabuhan dan reklamasi pan-tai serta akibat pembebanan tanah oleh bangunan-bangunan yang ada di atasnya. Gelombang dapat membentuk dan merusak pantai dan berpengaruh pada bangunan-bangunan pantai.
selain itu gelombang kelvin menyebabkan kerusakan fisik terhadap bangunan bangunan pinggiran pantai dan kerusakan terhadap ekosistem terumbu karang.
oleh karena itu, gelombang kelvin merupakan penyebab adanya gelombang – gelombang tinggi yang di akibatkan oleh adanya gelombang yang terjadi di samudera pasifik timur serta di pengaruhi gravitasi . pengaruh gravitasi menimbulkan gelombang pasang surut. gerak arus laut ke utara itu membuat ketinggian di pesisir selatan di atas 2,5 meter dan di pesisir utara di atas 1,25 meter. Gerak arus laut yang merupakan siklus rutin tahunan ini memengaruhi ketinggian di pesisir utara karena arus laut dari pesisir selatan mengalir melalui Selat Bali dan Selat Sunda menuju Laut Jawa.
referensi :
http://www.tnial.mil.id/Majalah/Cakrawala/ArtikelCakrawala/tabid/125/articleType/ArticleView/articleId/169/Default.aspx

CARA MAKAN DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) ( Laporan Praktikum Biologi Perikanan )

CARA MAKAN DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)
( Laporan Praktikum Biologi Perikanan )








Oleh
Alwan Tholifin
0814111024

















PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
F A K U L T A S P E R T A N I A N
UNIVERSITAS LAMPUNG
2009



ABSTRAK
Oleh
Alwan Tholifin

Makanan adalah organisme, bahan maupun zat yang dimanfaatkan ikan untuk menunjang kehidupan dan perkembangan organ tumbuhnya. Kebiasaan makan (feeding habbit) adalah tingkah laku saat mengambil dan mencari makanan. Analisis food and feeding habbit dilakukan melalui pengamatan isi usus ikan tersebut. Ada jenis ikan yang aktif makan selama 24 jam dan adapula yang hanya pada waktu tertentu saja. Saat-saat ikan aktif mengambil makanan dalam 24 jam disebut feeding periodicity. Tipe-tipe makanan ikan yang umum ditemukan adalah plankton, neton, benthos, dan detritus. Berdasarkan jenis kelompok makanannya ikan dibagi 3 kelompok besar yaitu herbivore, karnivora, dan omnivore. Faktor yang menentukan apakah suatu jenis ikan akan memakan suatu organisme makanan adalah ukuran makanan, ketersediaan makanan, warna makanan dan selera ikan terhadap makanan. Jumlah makanan yang dibutuhkan oleh suatu jenis ikan bergantung pada macam makanan, kebiasaan makan, kelimpahan makan, suhu air dan kondisi umum dari ikan yang bersangkutan. Praktikum Cara Makan dan Kebiasaan Makan Ikan, dilaksanakan pada hari kamis, pada tanggal 12 November 2009, bertempat di Laboratorium Budidaya Perairan, pada pukul 09.00 WIB. Jenis plakton yang sering dimakan ikan nila adalah jenis fitoplakton yaitu protococous. Waktu-waktu aktif ikan nila lebih banyak pada waktu siang hari. Pada hasil frekuensi kejadian rata-rata panajng usus ikan nila jantan adalah 57.61, sedangkan ikan nila betina 62.13. Pada data IP yang didapat bahwa nilai yang tertinggi adalah synedra dengan besar 183200 dan yang terendah adalah achthynophrys, armoeba, chtamydomonas, Crhomogaster, Cymbeik gemules or spicules, Loxodes, Merismopedia, Monas, onedra, paramecium, Porimidium, renrum, dengan besar 200.

Keyword : feeding habbit, feeding pereiodicity, ikan , makanan.


I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Makanan adalah organisme, bahan maupun zat yang dimanfaatkan ikan untuk menunjang kehidupan dan perkembangan organ tumbuhnya. Kebiasaan makanan (feeding habbit) adalah tingkah laku saat mengambil dan mencari makanan. Analisis food and feeding habbit dilakukan melalui pengamatan isi usus ikan tersebut. Ada jenis ikan yang aktif makan selama 24 jam dan adapula yang hanya pada waktu tentu saja. Saat-saat ikan aktif mengambil makanan dalam 24 jam disebut feeding perlodicity.
Tipe-tipe makanan ikan yang umum ditemukan adalah plankton, nekton, bentos, dan detritus. Berdasarkan jenis kelompok makanannya ikan dibagi 3 kelompok besar yaitu herbivore, karnivora, dan omnivore. Faktor yang menentukan apakah suatu jenis ikan akan memakan suatu organisme makanan adalah ukuran makanan, ketersediaan makanan, warna makanan dan selera ikan terhadap makanan. Jumlah makanan yang dibutuhkan oleh suatu jenis ikan bergantung pada macam makanan, kebiasaan makan, kelimpahan makanan, suhu air dan kondisi umum dari ikan yang bersangkutan. Struktur alat pencernaan yang berperan dalam adaptasi makanan adalah mulut, gigi, tepi insang dan usus. Persaingan dalam hal makanan, biakan antara spesies maupun antara individu dalam spesies yang sama akan mengurangi persediaan makanan, sehingga yang diperlukan oleh ikan tersebut menjadi pembatas. Ini mempengaruhi tingkat pertumbuhan, hanya ikan-ikan yang kuat dalam persaingan yang akan tumbuh dengan baik.

B. Tujuan

Adapun tujuan yang dicapai dalam praktikum reproduksi adalah:
1. Mengetahui jenis-jenis organisme yang menjadi makanan ikan.
2. Mengetahui waktu-waktu aktif makan dari ikan.
3. Melihat proposi dan kecenderungan makan dari ikan.

II. METODOLOGI
A. Metode Kerja

1. Waktu danTempat Praktikum
Praktikum cara makan dan kebiasan makan ikan, dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 12 November 2009, bertempat di Laboratorium Budidaya Perikanan. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, pada pukul 09.00 — 11.00 WIB.

2. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
Sampel usus yang sudah diawetkan, mikroskop, gelas objektif, gelas penutup, alat bedah, tisu/lap, gelas ukur, dan buku identifikasi.

3. Prosedur Kerja

1. Alat dan bahan disediakan.
2. Usus dikeluarkan dari botol fiem dan dibersihkan/dicuci dengan air dan formalin.
3. Usus diambil satu persatu dan dikerik agar isi dalam usus keluar.
4. Isi usus diencerkan dengan 10 cc atau I botol film.
6. Diambil satu tetes usus yang sudah diencerkan, lalu diletakan dalam kaca preparat dan diamati dibawah mikroskop.
7. Diamati dengan 3x ulangan, dengan 5 lapang pandang
8. Dicatat dan identifikasi jumlah organisme yang diamati setiap lapang pandang dengan menggunakan buku identifikasi.

B. Analsia Data
1. Metode Jumlah

Metode ini dilakukan dengan menghitung organisme yang ada diusus satu persatu. Kemudian organisme yang ditemukan dibandingkan dengan yang lainnya.



2. Metode Frekunsi Kejadian

Metode ini dilakukan dengan cara:
1. Mencatat jumlah ikan yang ususnya kosong.
2 Catat keberadaan organisme pada masing-masing ikan yang ususnya berisi.
3. Metode ini tidak bisa memperlihatkan kuantitas makanan yang dimakan serta makanan yang tidak dicerna sehingga metode ini hanya dipakai untuk melihat makanan secara fisik saja.

Dengan rumus :

N = Vb/Vi x n

Keterangan:
N : Jumlah total individu jenis ke-i yang ditemukan pada contoh.
N : Jumlah total dugaan individu jenis ke-l dari ikan ke-i.
Vb : Volume pengenceran
Vi : volume tetes yang diamati (1 tetes 0,05 ∞ mI)

3. Metode Prakiraan Tumpukan Dengan Persen

Langkah-langkah yang dilakukan:
a. Menentukan volume dari isi alat pencernaan
b. Volume isi alat pencernaan diencerkan sampai 10 kali atau 20 kali, lalu dikocok sampai rata
c. Mengmbil sebagian isi alat pencernaan dan masukkan ke cawan Petri, lalau diamati dengan mikroskop
d. Pisahkan dan kelompokkan organisme yang sejenis
e. Perkirakan persentase tumpukan organisme kemudian dibandingkan dengan volume lain

4 Metode Grafimetrik

Metode ini pada dasarnya hampir sama denagn metode volumetrik, hanya saja bukan volume total isi alat pencernaan dari masing-masing organisme ikan yang diukur, melainkan beratnya dinyatakan dalam persen.

5. Metode Volumetrik

Langkah yang dilaukan: mengukur volume isi alat pencernaan tiap individu. Kemudian dikeringkan menggunakan kertas saring atau tissue. Memisahkan masing-masing organisme yang sejenis dan ukur volumenya dengan dikeringkan terlebih dahulu.

6. Indeks Preponderance (Indeks Bagian Terbesar)

Metode ini gabungan dari dua metode yaitu frekuensi kejadian dengan metode volumetric, yang dikembangkan oleh Naraja dengan Jhingram (1961) dalam Efendie (1979). Dengan rumus:
Li = Vi x Oi × 100%
∑Vi x Oi
Keterangan:
Li : indeks propenderance
Vi : prosentase volume makanan jenis ke-i
Oi : prosentase frekwensi kejadian makanan ke-i

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 1. Hubungan rata-rata panjang usus berisi makanan dengan panjang usus kosong.

IKAN NILA USUS BERISI RATA - RATA PANJANG USUS USUS KOSONG RATA - RATA PANJANG USUS
JUMLAH JANTAN 67 57.6119403 15 53.68666667
JUMLAH BETINA 78 62.13205128 14 56.25


Grafik 1. Hubungan FK dengan jenis makanan atau plankton
Pada grafik hubungan makanan dengan cara makan ikan didapat data rata-rata ikan nila jantan dengan ikan nila betina. Namun terdapat perbedaan rata-rata ikan nila jantan dan rata-rata ikan nila betina, yaitu rata-rata ikan nila jantan adalah 57.611 sedangkan ikan nila betina 62.132, dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa bertambah besarnya ukuran ikan maka ukuran makanannya juga bertambah.

Panjang usus secara relatif bertambah lebih cepat dari pada panjang tubuhnya hal ini disebabkan untuk menyediakan permukaan usus lebih luas guna penyerapan makanan ketika ukuran makanan lebih besar. Pada ikan omnivora memiliki panjang usus sepanjang tubuhnya.

Pada pengamatan kebiasaan makan dan cara makan ikan nila termasuk jenis ikan yang bersifat ominivora, yaitu ikan yang memakan berbagi jebis makan, baik hewan maupun tumbuhan. Ikan ini memakan plakton, detritus, organisme dasar (bentos) seperti larva, serangga air, kijing, siput, dan lain-lain. Dan ikan ini sangat responsif terhadap pakan buatan (pellet), baik terapung maupun tenggelam. (Ahmad jauzi: 2005).

Pada grafik hubungan FK dengan jenis makan ikan seperti plankton didapatkan data bahwa nilai FK yang tertinggi yaitu 183200. Jadi jenis plankton yang banyak dimakan oleh ikan nila adalah synedra. lkan nila ini memakan plankton yang masuk ke mulut bersama-sama air. Plankton akan tinggal di dalam mulut sedangkan airnya keluar melalui celah insang.

Pada hubungan FK dengan jumlah jenis makanan memiliki hubungan yang tidak linier. Pada ikan omnivora memiliki sistem pencernaan antara bentuk hernivora dan karnivora. Ciri-ciri ikan omnivora yaitu gigi runcing atau gigi taring, lambung memanjang, panjang usus sama atau lebih pendek dari panjang tubuhnya, tepi insang pendek dan rapat.



Grafik 2. Hubungan IP (indeks Of Propenderance) dengan jenis plankton dari ikan nila.
Pada data IP yang didapat bahwa nilai yang tertinggi adalah synedra dengan besar 183200 dan yang terendah adalah achthynophrys, armoeba, chtamydomonas, Crhomogaster, Cymbeik gemules or spicules, Loxodes, Merismopedia, Monas, onedra, paramecium, Porimidium, renrum, dengan besar 200. (Nyabakken, James. W. 1992)

Dengan mengetahui jenis dan jumlah makan ikan, dapat disusun untuk kebiasaan makan ikan dengan urutannya adalah makanan utama yang ditemukan dalam jumlah besar, makanan pelengkap yang ditemukan dalam jumlah sedikit dan tidak ada.

Faktor yang menentukan apakah suatu jenis ikan akan memakan suatu organisme makan adalah:
1. Ukuran makan.
Ukuran makan berhubungan dengan bentuk bukaan dan posisi mulut ikan.
2. Ketersediaan makan
Ini berhubungan dengan banyak atau tidaknya ketersediaan makan ikan dalam lingkungannya.
3. Warna makanan.
Warna makan ikan sangat menentukan jenis ikan akan memakan suatu organisme karena dengan warna akan menarik mangsanya.
4. Selera ikan dengan makanan.
Ini tergantung ikan apakah ikan tersebut dalam keadaan lagi selera atau tidaknya dalam mencari makan. (Effendi, ikhsan: 1997)
Ikan nila dilihat dari makannya termasuk euryphgic yaitu ikan pemakan bermacam-macam makanan dengan sifatnya yaitu omnivora.

Persaingan dalam hal mencari makan adalah hal yang sangat penting karena persaingan ini sering terjadi antara individu di dalam suatu spesies (persaingan intraspecific), atau diantara satu spesies dengan spesies yang lainnya (persaingan interspecific). Persaingn antara dua organisme atau lebih terhadap suatu yang sama, yaitu makanan atau mangsa.
(Nyabakken, James. W. 1992)

Waktu aktif makan ikan nila yaitu dominan pada siang hari yang memakan fitoplankton yang banyak tersedia pada sang hari, karena pada siang hari fitoplankton melakukan fotosintesis dengan adanya matahari. Sedangkan pada malam hari ikan nila memakan zooplankton seperti cacing atau larva serangga air. (Effendi, lchsan. 1997)

Pada ikan nila terdapat tiga jenis makanan yaitu makanan utama yang ditemukan dalam jumlah besar, makanan tambahan yang ditemukan dalam jumlah sangat sedikit dan makanan pengganti merupakan makanan yang dikonsumsi jika makanan utama tidak ada.




IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Saat-saat ikan aktif mengambil makanan dalam 24 jam feeding perlodiclty.
2. Faktor yang menentukan apakah suatu jenis ikan akan memakan suatu organisme makanan adalah ukuran makanan, ketersediaan makanan, warna makanan dan selera ikan terhadap makanan.
3. Ikan nila memakan plankton, detritus, organisme dasar (benthos) seperti cacing, larva, seranga air, kijing, siput, dan lain-lain.
4. Jenis plakton yang sering dimakan ikan nila adalah jenis fltoplakton yaitu protococcus.
5. Waktu-waktu aktif ikan nila lebih banyak pada waktu siang hari.

B. Saran

Praktikum merupakan salah satu bentuk aplikasi dan mata kuliah yang bersangkutan dengan praktikum tersebut. Ada beberapa saran yang diharapkan bisa menjadikan praktikum selanjutnya menjadi lebih baik, antara lain sebagai berikut:
1. Praktikan harus bisa menggunakan alat laboratorium seperti mikroskop dengan tanpa bantuan asisten.
2. Praktikan dapat mengerjakan laporan dengan baik dengan bimbingn dari asisten



DAFTAR PUSTAKA

Ahmad jauzi. 2005. Akuakultur. PT. Vivtoria Kreasi Mandiri: Jakarta

Effendi, ikhsan. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara: Jakarta

Nyabakken, James. W. 1992. Biologi Laut. Gramedia Pustaka: Jakarta

REPRODUKSI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) (TKG, FEKUNDITAS DAN DIAMETER TELUR)

REPRODUKSI IKAN NILA (Oreochromis niloticus)
(TKG, FEKUNDITAS DAN DIAMETER TELUR)
Oleh
Alwan Tholifin
(0814111024)


ABSTRAK
Oleh
Alwan Tholifin

Reproduksi merupakan salah satu proses yang dilakukan oleh makhluk hidup untuk bergenerasi, memilih keturunan dan mempertahankan kelangsungan sepesies di alam. IKG adalah nilai dari % sebagai hasil perbandingan berat gonad dengan berat tubuh ikan. Adapun TKG adalah tahap tertentu perkembangan gonad sebelum dan sesudah ikan memijah. Fekunditas ikan terdiri dari fekunditas mutlak dan fekunditas nisbi. Fekunditas mutlak adalah jumlah telur masuk sebelum dikeluarkan pada saat ikan memijah. Fekunditas nisbi adalah jumlah persatuan berat atau panjang. Dan fekunditas total adalah jumlah keseluruhan telur yang dihasilkan ikan selama hidupnya. Praktikum ini dilakukan untuk memahami tentang cara membedakan TKG, dapat memprediksi waktu pemijahan, tahap rekuitmen, mengetahui jumlah telur ikan dan mengetahui ukuran telur terahadap perkembangn individu menjelang memijah. Praktikum ini dilaksanakan pada hari kamis, 22 Oktober 2009, bertempat di laboratorium Budidaya Perikanan, pukul 09.00- 11.00 WIB. Pada praktikum terdapat diameter telur yang lebih dari 1 mm, inl berarti pada telur ikan nila tersebut memiliki komposisi kuning telur yang banyak di dalamnya. Jumlah ikan betina yang memasuki TKG III dan IV adalah sebanyak 16 ekor. Dengan mengetahui reproduksi dari ikan serta waktu dan frekuensi dari pemijahan ikan maka dapat mencegah kepunahan atau penurunan populasi dari spesies ikan nila.

Keywords : Fekunditas, gonad, IKG, ikan dan pemijahan, jumlah telur, TKG.


I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Reproduksi merupakan salah satu proses yang dilakukan oleh makhluk hidup untuk bergenerasi, memilih keturunan dan mempertahankan kelangsungan sepesies di alam. (Indeks Kematangan Gonad) IKG adalah nilai dari % sebagai hasil perbandingan berat gonad dengan berat tubuh ikan. Sedangkan TKG (Tingkat Kematangn Gonad) adalah tahap tertentu perkembangan gonad sebelum dan sesudah ikan memijah. Dengan mengetahui IKG dan TKG dari suatu ikan dapat diprediksikan kapan saat yang tepat bagi ikan untuk melakukan pemijahan. Fekunditas ikan terdiri dari fekunditas mutlak dan fekunditas nisbi. Fekunditas mutlak adalah jumlah telur masuk sebelum dikeluarkan pada saat ikan meijah. Fekunditas nisbi adalah jumlah persatuan berat atau panjang. Dan fekunditas total adalah jumlah keseluruhan telur yang dihasilkan Ikan selama hidupnya. Hal ini yang berpengaruh terhadap proses reproduksi ikan adalah mengatur diameter telur dan rasio kelamin. Diameter telur adalah garis tengah atau ukuran panjang dari suatu telur dengan mikrometer berskala yang sudah ditera. Besar atau tidaknya diameter dari telur ikan juga biasanya mempengaruhi beberapa lama ikan tersebut menempati fase plankton. Sedangkan rasio kelamin merupakan bagian dari jantan atau betina dalam populasi, dimana proporsi kelamin yang diamati karena adanya perbedaan tingkah laku, kondisi lingkungan dan penagkapan. Dengan mempelajari reproduksi makan kita juga bisa menentukan kapan waktu ikan memijah dan frekuensi dan pemijahan ikan tersebut, sehingga kita dapat mencegah kepunahan ataupun penurunan stok yang sangat drastis akibat dari kegiatan pengangkapan.

B. Tujuan
Adapun tujuan yang dicapai dalam praktikum reproduksi adalah:
1. Memahami tentang bagaimana cara membedakan tingkat kematangan dari gonad suatu jenis individu ikan.
2. Dapat memprediksi waktu pemijahan dan tahap perkembangan untuk rekruitmen.
3. Dapat mengetahui jumlah telur dan ikan atau hewan uji, mengetahui perkembangan telur terhadap perkembangan indvidu menjelang pemijahan, serta untuk menduga atau studi dalam menduga produktivitas dan potensi produksi dari suatu kelompok ikan.

II. METODOLOGI
A. Metode Kerja
1. Waktu danTempat Praktikum
Praktikum reproduksi (TKG, fekunditas dan diameter telur), dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 22 Oktober 2009, bertempat di Laboratorium Budidaya Perikanan. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, pada pukul 09.00 — 11.00 WIB.

2. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
Alat bedah lengkap, timbangan ohaus, botol film, tisue, cawan petri, gelas ukur 10 ml, pipet tetes, mikroskop dengan mikrometer yang sudah ditera, gelas obyek dan gelas penutup serta gonad ikan nila.

3. Prosedur Kerja
1. Gonad dikeluarkan dari botol film.
2. Gonad dikeringkan dengan tisue.
3. Godan ditimbang total.
4. Gonad contoh dibagi menjadi 5 bagian.
5. Gonad contoh diambil dan ditimbang.
6. Gonad dipisahkan dali selaputnya dan kemudian dihitung.
7. Gonad diletakan di kaca preparat untuk diamati dibawah mikroskop.
8. Gonad dicatat masing-masing diameternya.
9. Gonad ditentukan TKG dan IKG.

B. Analisis Data
Tingkat Kematangan Gonad (TKG) dengan metode morfologi (Reproduksi) yaitu setelah ikan dibedah pada bagian perut, kemudian perhatikan letak gonad, tentukan jenis kelamin dan diamati gonad secara visual baik ukuran, warna, ataupun bentuknya, kemudian ditentukan TKG nya. Kemudian gonad dimasukkan ke dalam botol film dan diberi formalin untuk diawetkan.
Analisis Tingkat Kematangn Gonad model yang digunakan adalah model morfologi (reproduksi) yaitu:
1. Menghitung indeks kematangan gonad (IKG) yang dilakukan dengan rumus:
IKG = Berat gonad total (g) x 100%
Berat total tubuh (g)

2. Analisis rasio kelamin dilakukan untuk melihat perbandingan dari masing-masing jenis kelamin yang ada di perairan. Yang diamati yaitu proporsi jenis, standar deviasi dan selang kepercayaan 95% dengan menggunakan pengolahan yaitu:
Pj = A x 100%.........(1)
B
Sd = √pq - ..............(2)
n
P- 1,64 √pq - < p

n n
keterangan:
Pj = proporsi jenis (jantan/betina)
A= jumlah jenis ikan (jantan/betina)
B= jumlah total (jantan + betina)
Sd = standar deviasi
p = jumlah terima
q =jumlah sisa (1-p)
n = jumlah ikan

3. Untuk mengetahui kelompok ikan yang memijah dari proporsi ikan di perairan, maka dapat dianalisis dari indeks gonad dengan rumus yaitu:
IG = ∑ 34
∑ total

IG > 0,50 = ikan cenderung pada keadaan sedang berpijah 0,30 < IG < 0,50 = ikan mengalami proses pematangan gonad IG < 0,30 = gonad ikan rata-rata belum berkembang.

4. Metode analisis fekunditas dengan metode gravimetri dan vokimetri adalah sebagai berikut:
X : x = V: v
Dimana :
X = jumlah telur yang akan dicari
x = jumlah telur contoh
V = volume seluruh gonad
v = volume gonad contoh
F = G x V x X
Q
Keterangan:
F = fekunditas yang dicari
G = Berat gonad total (g)
V = Volume pengenceran (ml)
X = jumlah telur yang ada dalam 1 cc
Q = Berat telur contoh (g)
5. Pengukuran diameter telur yang dilakukan dengan memisahkan ikan yang mempunyai TKG III dan IV, diambil 15 butir dan diamati di bawah mikroskop.




III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Rasio Kelamin ikan nila jantan dan betina
Tabel 1. Rasio ikan nila jantan dan Betina
Parameter Jantan Betina
Proporsi 0.43 0,57
Sd 2.06 2.67
Sk (95%) -2.9484
TKG Morfologi Gonad Σ Presentase
I Jantan 0 0
II Jantan 28 84,84 %
III Jantan 3 9,09 %
IV Jantan 2 6,06 %
Dari data rasio ikan nila betina dan jantan dapat diketahui bahwa jumlah ikan jantan yaitu 0.43 lebih banyak dari pada jumlah ikan betina yaitu 0,57. Sex ratio pada proporsi sex yang diamati karena perbedaan tingkah laku, kondisi, lingkungan dan penangkapan. (Effendi, Mi.1997).

B. Tingkat kematangan gonad ikan Nila
TKG Morfologi Gonad Σ Presentase
I betina 0
II betina 9 20,93 %
III betina 24 55,81 %
IV betina 10 23,25 %
Tabel 2. TKG ikan nila jantan
TKG untuk ikan nila jantan pada TKG ke III memiliki jumlah yang lebih besar dari pada TKG I, II dan IV. Kemungkinan dikarenakan keadaan ikan nila jantan dalam keadaan gonad yang sudah masak, serta memiliki persentase sebesar 9,09 % (Eftendi, M. 1.1997). TKG I gonad sangat kecil dan pendek. TKG II warna testes putih susu dan ukurannya lebih besar. TKG III warna testes putih dan bentuknya lebih panjang. TKG IV warna testes putih dan berbentuk semakin besar, testes mengisi rongga tubuh

Tabel 3. TKG ikan nila betina

TKG untuk ikan nila betina pada TKG III memiliki jumlah yang terbesar sebanyak 24 dengan persentase 55,81 %, ini berarti ikan nila betina yang paling banyak dalam keadaan gonad yang belum masak atau masih dalam tahap awal pemijahan. (Effendi, M11997). TKG I organ seksual sangat kecil. TKG II warna ovarium kuning telur kelihatan jelas. TKG III warna ovarium kuning. TKG IV warna telur kuning, telur sudah nampak besar.

C. Indeks kematangan gonad Ikan Nila
Tabel 4. IKG ikan nila jantan

TKG Berat Gonad Berat ikan IKG
rata-rata rata-rata (g) rata-rata
(g)
I 0 0 0
II 0.36 56.296 0.499
III 0.24 50 0.36
IV 0.85 92.5 2.2

IKG yang paling besar untuk ikan nila jantan adalah pada TKG IV. Dengan berat ikan rata - rata yaitu 92.5 dan rata - rata IKG yaitu 2.2.

Tabel 5. IKG ikan nila betina

TKG Berat Gonad Berat ikan IKG
rata-rata rata-rata (g) rata-rata
(g)
I 0 0 0
II 0.17 52.77 0.58
III 1.49 72.37 5.75
IV 2.09 82.5 7.96

IKG yang paling besar untuk ikan nila betina adalah pada TKG IV. Jadi pada TKG IV ini ikan nila betina gonadnya sudah masak dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk pemijahan.

Tabel 6. Indeks gonad ikan nila jantan

TKG Frekuensi IG(%)
III dan IV 5 15.15%
I dan II 28 84.84%
Jumlah 33 100%

Grafik 6. indeks gonad ikan nila jantan


Dari grafik yang didapat dari perhitungan indeks gonad ikan nila jantan ternyata indeks kematangan gonad untuk TKG I dan II memiliki nilai IG yang lebih besar dari pada nilai IG pada TKG III dan IV yaitu sebesar 84.84%. Inl berarti bahwa pada ikan nila jantan yang diambil gonadnya untuk praktikum masih dalam keadaan atau kondisi yang belum matang. Sedangkan pada IG untuk TKG III dan IV berarti pada ikan nila jantan gonadnya cenderung pada keadaan sedang berpijah atau sudah memasak. (Effendi, M.I.1997). Pada TKG I dan II gonad jantan kecil, warna testes transparan dan pendek dan pada TKG II testes warnanya putih susu dan
ukurannya lebih besar.

Tabel 7. Indeks kematangan gonad ikan nila betina

TKG Frekuensi IG(%)
III dan IV 34 79.06%
I dan II 9 20.93%
Jumlah 43 100%

Grafik 7. Indeks kematangan gonad ikan nila betina

Dari grafik yang didapat dari perhitungan indeks gonad ikan nila betina ternyata indeks gonad untuk TKG III dan IV memiliki nilai IG yang lebih besar dari pada nilai IG pada TKG I dan II yaitu sebesar 79.06%. Keadaan ini sama dengan indeks gonad ikan nila betina. Yang posisi TKG I dan II memiliki IG lebih besar dari TKG III dan IV. Ini berarti bahwa pada ikan nila betina yang diambil gonadnya untuk praktikum masih dalam keadaan atau kondisi yang belum matang.

D. Hubungan IKG dengan berat gonad ikan nila

Grafik 8. Hubungan IKG dengan berat gonad ikan nila jantan.

Dari grafik yang didapat dari hubungan berat ikan gonad ikan nila jantan seperti yang tergambar di atas yaitu vertikal. Dengan hasil Y = 1.2671x + 0.1153 dan R2 = 0,9111. Ini berarti bahwa berat gonad ikan sangat mempengaruhi IKG. Karena apabila ikan terlalu berat atau kecil maka akan mempengaruhi dari persentase sebagai hasil perbandingan berat gonad dengan berat tubuh ikan.

E. Grafik 9. Hubungan IKG dengan berat gonad ikan nila betina

Dari grafik yang didapat dari hubungan berat ikan gonad ikan nila jantan seperti yang tergambar di atas yaitu vertikal. Dengan hasil Y = 14.979x + 18.533 dan R2 = 0.6195 ini berarti bahwa berat gonad ikan sangat mempengaruhi IKG. Karena apabila ikan terlalu berat atau kecil maka akan mempengaruhi dari persentase sebagai hasil perbandingan berat gonad dengan berat tubuh ikan, juga bisa memperlambat pada saat pemijahaan. Apabila berat tubuh melebihi maka pemijahan bisa tidak terjadi.

F. Graflk 10 hubungan IKG dengan panjang tubuh ikan nila jantan


G. Grafik 11. Hubungan IKG dengan panjang tubuh total ikan nila betina

Panjang total dan ikan merupakan suatu hal yang bisa digunakan sebagai acuan dasar dalam menentukan kematangan gonad dan ikan secara morfologi, ikan-ikan yang tua dan berikutnya mempunyai TKG lebih kecil. TKG yang tidak seragam pada satu populasi ikan dapat menyebabkan jumlah telur yang dikeluarkan oleh ikan menjadi sulit untuk ditentukan.

H. Hubungan TKG dengan panjang tubuh ikan nila

Tabel 12. hubungan TKG dengan panjang tubuh ikan nila jantan
Selang Jumlah ikan pada TKG-
Panjang
I II III IV
85 - 98 0 0 0 0
99 - 112 0 5 0 0
113 - 126 0 6 1 0
127 - 140 0 4 0 0
141 - 154 0 4 2 0
155 - 168 0 7 0 1
169 - 182 0 1 0 1
183 - 196 0 1 0 0

Grafik 12. Hubungan TKG dengan panjang tubuh ikan nila jantan


Pada hubungan TKG dengan panjang tubuh ikan nila jantan dapat dilihat hasilnya dan grafik yang ada di atas. Dengan selang panjang 113 – 126 jumlah ikan pada TKG I adalah 0, pada selang panjang 155 – 168 jumlah ikan pada TKG II adalah 7, pada selang panjang 141 – 154 jumlah ikan pada TKG III adalah 2 dan pada selang panjang 155 – 168 jumlah ikan pada TKG IV adalah 1. Hubungn TKG dengan panjang ikan nila tidak begitu berpengaruh karena pada waktu pemijahan panjang ikan tidak mudah berubah seperti berat yang mudah berubah pada waktu pemijahan baik beruba besar maupun semakin kecil. Dan panjang total dari ikan merupakan suatu hal yang bisa digunakan sebagai acuan dasar dalam menentukan kematangan gonad dari ikan secara morfologi.

J. Tabel 13. Hubungan TKG dengan panjang total ikan nila betina

Selang Jumlah ikan pada TKG-
Panjang
I II III IV
85 - 98 0 0 0 0
99 - 112 0 1 0 0
113 - 126 0 3 2 0
127 - 140 0 3 7 3
141 - 154 0 2 4 4
155 - 168 0 0 6 1
169 - 182 0 0 5 3

Grafik 13. Hubungan TKG dengan panjang total ikan nila betina


Pada hubungan TKG dengan panjang tubuh ikan nila jantan dapat dilihat hasilnya dan grafik yang ada di atas. Selang panjang 85 – 98 jumlah ikan pada TKG I adalah 0, pada selang panjang 127 – 140 jumlah ikan pada TKG II adalah 3, pada selang panjang 127 – 140 jumlah ikan pada TKG III adalah 7, dan pada selang panjang 141 – 154 jumlah ikan pada TKG IV adalah 4. Panjang total dari ikan merupakan suatu hal yang bisa digunakan sebagai acuan dasar dalam menentukan kematangan gonad dari ikan secara morfologi. Hubungan TKG dengan panjang ikan nila tidak begitu berpengaruh karena pada waktu pemijahan panjang ikan tidak mudah berubah seperti berat yang mudah berubah pada waktu pemijahan baik berubah besar maupun semakin kecil. Baik pada panjang total ikan betina maupun pada panjang total jantan sama saja tidak ada pengaruhnya.

K. Tabel 14 Fekunditas ikan nila

Metode Fekunditas rata-rata (butir)
Gabungan 1543

Grafik 14 hubungan fekunditas dengan berat ikan nila

Fekunditas adalah jumlah telur ikan dihasilkan selama hidupnya. Fekunditas mutlak sering dihubungkan dengan berat, karena berat lebih mendekati kondisi ikan itu dari pada panjang. Fekunditas dengan berat adalah memiliki hubungan linier yaitu E = a + b W. Hubungan fekunditas dengan berat memiliki kesulitan. Karena berat mudah berubah pada waktu pemijahan. Jika fekunditas secar matematis dikorelasikan dengan berat total termasuk berat gonad akan menimbulkan kesukaran atau kesulitan dalam statistik. Sebab telur akan masuk dalam jumlah besar dan ikan yang sebenamya berfekunditas kecil. Juga akan kesulitan akan sama apabila fekunditas dihubungkaan dengan faktor kondisi.

L. Grafik 15 Hubungan fekunditas dengan panjang tubuh ikan nila.

Fekunditas sering dihubungkan dengan panjang dari pada berat, karena panjang penyusutannya reltif kecil sekali tidak seperti berat yang dapat berkurang atau bertambah dengan mudah, yang harus dilakukan agar membuat hubungan fekunditas dengan panjang apabila mengambil sampel berulang-ulang harus dengan hati-hati. Karena apabila ikan yang diambil pada waktu gonad sedang tumbuh hal ini merupakan pertumbuhan somatik. Jadi harus ada perbedaan pertumbuhn somatik dengan pertumbuhan gonad. Hubungan fekundits dengan panjang ikan adalah F = a Lb.

M. Tabel 16. Hubungan IKG dengan TKG ikan nila jantan
SL J TKG

i ii iii iv
0.025 - 0.819 0 17 1 1
0.820 - 1.614 0 0 0 0
1.615 - 2.409 0 0 0 1
2.410 - 3.204 0 0 0 0
3.205 - 4.000 0 1 0 0

Grafik 16. Hubungan IKG dengan TKG ikan nila jantan

Hubungan IKG dengan TKG ikan nila jantan yang digunakan adalah TKG III dan IV karena pada saat ini ikan sudah siap memijah atau gonad sudah siap memijah. Pada selang IKG 0.025 - 0.819 dengan jumlah ikan pada TKG II adalah 17 sedangkan pada selang 3.205 - 4.000 dengan jumlah ikan pada TKG II adalah 1. hubungn IKG dengan TKG sangat berpengaruh karena dari mengetahui TKG dan IKG dari suatu ikan dapat diperedisikan kapan saat yang tepat bagi ikan untuk melakukan pemijahan.

N. Tabel 17. Hubungan IKG dan TKG ikan nila betina
SL J TKG

i ii iii iv
0.0085 - 9.5295 0 7 18 9
9.5296 - 19.0505 0 0 2 0
19.0506 - 28.5715 0 0 1 0
28.5716 - 38. 0925 0 0 1 0
38.0926 - 47.6135 0 0 0 0
47.6136 - 57.1400 0 0 0 1

Garflk 17. Hubungan IKG dan TKG ikan nila betina

Hubungan IKG dengan TKG ikan nila jantan yang digunakan adalah TKG Ill dan IV karena pada saat mi ikan sudah slap memijah atau gonad sudah slap memijah. Pada selang IKG 0.0085 - 9.5295 dengan jumlah ikan TKG adalah 18 sedangkan pada selang IKG 47.6136 - 57.1400 dengan jumlah iikan TKG adalah 1. Hubungan IKG dengan TKG sangat berpengaruh karena dari mengetahui TKG dan IKG dari suatu ikan dapat diprediksikan kapan saat yang tepat bagi ikan untuk melakukan pemijahan.



































IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Rasio ikan nila jantan dan betina dari data perhitungan menunjukkan bahwa jumlah ikan nila jantan lebih banyak dari pada ikan betina.
2. Dalam proses reproduksi ikan nila berpengaruh pada fekunditas, IKG, TKG dan juga pada diameter telur serta sex rasio.
3. Metode analisis fekunditas dengan metode gravimetri dan volumetri:
X : x = V : v
4. Pengukuran diameter dilakukan dengan mengambil telur TGK III dan IV, kemudian diamati dibawah mikroskop yang ada mikrometer.
5. Dalam proses reproduksi ikan nila berpengaruh pada fekunditas, IKG, TKG dan juga pada diameter telur serta rasio kelamin.
6. TKG dan IKG saling berhubungan berat karena untuk mengetahui atau memeprediksi waktu spawning dari ikan nila.

B. Saran
Praktikum merupakan salah satu bentuk aplikasi dari mata kuliah yang bersangkutan dengan praktikum tersebut. Ada beberapa saran yang diharapkan bisa menjadikan praktikum selanjutnya menjadi lebih baik, antara lain sebagai berikut:

Adanya pengawasan yang lebih dari asisten terhadap praktikan yang sedang meneliti. Tanpa pengawasan yang Iebih baik maka praktikan akan dengan seenaknya melakukan praktikum yang sedang dilakukan, walaupun tidak semua praktikan yang main-main tentunya akan mengganggu yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Efefendi, M. I. 1997. Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara : Bogor

Nyabaken, James. 1992. Biologi Laut. Jakarta : PT Gramedia Utama

Siregar, Abas. 1996. Pembenihan dan pemasaran. Danau Toba : Kanisus

pemeriksaan – gonad – ikan/2007/05/.Htth://jlcome.blogspot.com.html

PERTUMBUHAN IKAN NILA
(Oreochromis niloticus)
( Laporan Praktikum Biologi Perikanan )













Oleh
Alwan Tholifin
0814111024












PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN
F A K U L T A S P E R T A N I A N
UNIVERSITAS LAMPUNG
2009


PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus)
Oleh
Alwan Tholifin
(0814111024)




ABSTRAK
Oleh
Alwan Tholifin

Biologi perikanan adalah studi ilmu mengenai ikan dipandang sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Pertumbuhan ikan adalah perubahan panjang atau berat pada suatu individu atau populasi yang merupakan suatu respon terhadap perubahan makanan yang tersedia. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam terdiri dari keturunan, jenis kelamin, umur, parasit dan penyakit. Faktor luar trdiri dari ukuran makanan, jumlah ikan, jenis makanan dan kondisi lingkungan. Sedangkan faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan kondisi pakan adalah suhu, oksigen terlarut, salinitas dan kadar amoniak tertarut. Praktikum ini dilaksanakan di laboratorium Budidaya Perairan, pukul 09.00-11.00 WIB. Praktikum ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan yang dialami ikan nila dengan cara menganalisis panjang, berat dan morfologi ikan. Memprediksi pola pertumbuhan ikan yang menduga pola perkembangan populasi ikan. Mengetahui jumlah panjang total, panjang baku, panjang cagak, berat, jenis kelamin, jumlah sisik ventral, dorsal, anal, caudal dan pectoral pada ikan nila. Hasilnya dapat diketahui melalui grafik dan tabel.

Keywords : faktor pertumbuhan, perkembangan panjang dan jumlah sisik.



I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Biologi perikanan adalah studi ilmu mengenai ikan dipandang sebagai sumberdaya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Pertumbuhan ikan adalah perubahan panjang atau berat pada suatu individu atau populasi yang merupakan suatu respon terhadap perubahan makanan yang tersedia. Pertumbuhan secara umum adalah perubahan dimensi (panjang, berat, volume dan ukuran) per sartuan waktu baik individu, stock maupun komunitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam terdiri dari keturunan, jenis kelamin, umur, parasit dan penyakit. Faktor luar trdiri dari ukuran makanan, jumlah ikan, jenis makanan dan kondisi liingkungan. Sedangkan faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan kondisi pakan adalah suhu, oksigen terlarut, salinitas dan kadar amoniak terlarut.

Pertumbuhan ikan ada 2 macam yaitu: Pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan nisbi, pertumbuhan mutlak yaitu ukuran rata-rata ikan pada umur tertentu, seperti panjang rata-rata ikan pada umur I tahun. Sedangkan pertumbuhan nisbi yaitu panjang atau berat yang dicapai ikan dalam satu priode waktu tertentu dihubungkan dengan panjang atau berat awal priode tersebut.

Tujuan dalam mengkaji aspek umur dan pertumbuhan adalah: Mengetahui sebaran klompok umur yang menunjang produksi sektor perikanan yang bersangkutan, menduga kaju moralitas yang mempengaruhi stok ikan tersebut dan sekaligus menduga tingkat pengusahaannya, menilai tingkat sustaining power dan ‘potential yield’ stock tersebut.

B. Tujuan

Adapun tujuan dalam mengkaji pertumbuhan dan aspek umur adalah:
1. Mengetahui perkembangan yang dialami ikan melalui analisis parameter panjang, berat dan morfologi ikan.
2. Memprediksi pola pertumbuhan ikan, factor kondisi, kelompok umur.
3. Menduga pola perkembangn populasi ikan.








II. METODOLOGI
A. Metode Kerja
1. Waktu danTempat Praktikum

Praktikum pertumbuhan ikan nila dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 17 September 2009, bertempat di laboratorium Budidaya perikanan,. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, pada pukul 09.00 — 11.00 WIB.

2. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
Penggaris, kertas label, timbangan bersekala minimal 0,01 gram, kain lap dan tissue, jarum pentul, botol filem, kantong palastik/kresek, alat bedah (satu set), alat tulis, benag jahit, dan spidol permanen.
Adapun bahan yang dipakai adalah: Ikan Nila (Oreochromis niloticus).

3. Prosedur Kerja

1. Ikan yang akan diamati disiapkan.
2. Ikan ditusuk pada bagian kepala/otak menggunakan jarum pentul.
3. Ikan dikeringkan dengan tissue.
4. Ikan diberi nomor dengan kertas label.
5. Panjang total, panjang tegak, panjang baku ikan diukur (dinyatakan dalam satuan mm).
6. Berat ikan ditimbang kemudian dicatat (dalam satuan gram).
7. Morfologi ikan yang diperhatikan diamati nilai dari bentuk tubuh, posisi mulut, kelengkapan sirip.
8. Jenis kelamin ikan ditentukan.
9. Untuk mencabut sisik, pinset diambil dan masing-masing sisik ikan diambil dua.
10. setiap srip ikan diambil, yaitu dorsal, pectoral, ventral, anal dan caudal, kemudian rumus dan jumlah dicatat
11. Ikan dibedah dipegang ditangan
12. lkan dibedah menggunakan gunting yang ujungnya runcing dari anus ke bagian depan.
13. Setelah ada celah diganti gunting yang tumpul
14. Setelah terlihat organ-organ yang di dalam, gonad ikan diambil dan dilihat/dicocokkan jenis kelaminnya.
15. Jenis kelamin ikan dan tingkat kematangan gonad ditentukan.
16. Gonad disimpan didalam botol film yang sudah dibri label.
17. Usus diuraikan yang menggulung dan direntangkan. Kedua ujung usus diikat dan panjang usus diukur dengan mistar, lalu usus ikan dimasukkan didalam botol film.
18. Setelah dilakukan semua, diberi formalin 4% pada masing-masing botol film sampai gonad dan usus tenggelam, ditutup rapat-rapat dan disimpan.

B. Analisis Data
1. Pertumbuhan Panjang
Analisis pertumbuhan panjang model yang digunakan adalah model Von Bartalanffy Plot (VPB):
a. Membuat selang kelas panjang dan data 181 ikan yang didapat kemudian menentukan frekuensi setiap selang kelas.
b. Menentukan titik tengah selang, nilai log F, dan ∆log F pada masing-masing selang.

c. Menentukan kelompok ukuran (cohort) berdasarkan model batacharya dengan melakukan pendekatan untuk menduga tingkat pertumbuhan ∆log F minimal 3 kali secara berurutan disebut 1 cohort.

2. Pertumbuhan Berat

Pertumbuhan berat sebaiknya dilakukan pada kelompok ikan yang belum memijah secara rutin, karena berat ikan yang relative berubah. Sudut Walfort besarnya sama dengan e-k, jadi logaritma natural sudut Walford dengan tandanya berubah merupakan penduga dari koefisien pertumbuhan k. Persamaan walford Ln+I=Loo(1-ek)+Lte-k.
Dimana k = - log natural sudut Walford.
Loo = intersep/1-b.

3. Hubungan Panjang Berat

Analisis pertumbuhan dengan menggunakan parameter panjang dan berat menggunakan rumus:
W = aLb dimana W: berat (gram); panjang (mm); a,b: konstanta. Pola hubungan linier panjang dan berat:
Log W = log a + Log L atau Y = a+bY

Korelasi parameter dan hubungan panjang dan berat dapat dilihat dari nilai konstanta b (sebagai penduga tingkat kedekatan kedua parameter).
 Jika b = 3, disebut hubungan yang isomettik dimana pola pertambahan panjang sama dengan pola pertumbuhan berat.
 Jika b < 3, disebut alomatik negatif, pertambahan panjang dominant.
 Jika b > 3, disebut hubungan alomatik positif, dimana pertambahan berat lebih dominant.

4. Faktor Kondisi

Faktor kondisi adalah keadaan atau kemontokan ikan yang dinyatakan dalam angka-angka berdasarkan pada data panjang dan berat. Dalam menganalis akomodisi ikan, terlebih dahulu dikelompokkan berdasarkan jenis kelaminnya. Salah satu pola pertumbuhan panjang tersebut diketahui, maka baru dapat ditemukan kondisi dari ikan tersebut, yaitu:
jika pertumbuhan ikan isometrik, digunakan rumus: K= l05W
L3
Jika pola pertumbuhan yang ditemukan adalah allometrik, maka digunakan rumus:
K= W _
aLb

K : faktor kondisi
W : berat ikan (gram)
L : panjang ikan (mm)
A,b : konstanta hasil regresi dari log W terdahulu dengan nilal a diganti log kan.

5. COHORT (KELAS UKURAN)

cohort adalah kelompok tumbuh berkembang pada waktu yang sama, mendapat pasokan makanan yang sama pula. Tahapan dalam menentukan cohort adalah sebagai berikut
1. Tentukan selang kelas ukuran panjang dan ikan yang diamati secara statistik.
2. Tentukan frekuensi masing-masing kelas ukuran tersebut.
3. Lakukan transformasi nilai panjang agar data yang kita pakai lebih baik.
4. Tentukan nilai beda dan hasil transformasi tersebut dengan mengurangi nilai nilai kedua dengan nilai pertama, demikian seterusnya sampai proses pengukuran selesai.
5. Buatlah nilai tengah dan kelas ukuran panjang tersebur (X).
6. Tentukan dan hitung nilal yang mengalami penurunan dan transformasi pada frekuensi (Y). Minimal ada tiga nilai yang menurun yang baru bisa dikatakan satu kohort.
7. Lakukan proses regresi linier dari nilai X dan Y.
8. Tentukan rata-rata dan kohort Rataan L=bo dengan bo dan bi adalah koefisien regresi.
9. Tentukan standar devisiasinya SD= lalu buat plot dan nilai X dan Y. Kemudian plot garis dan persamaan regresi.



III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 1. Pertumbuhan Panjang Ikan Nila

Selang kelas fi Xi Log fi ∆ log fi
85-98 7 91,5 0,84509804 0
99-112 39 105,5 1,591064607 0,745966567
113-126 38 119,5 1,579783597 -0,01128101
127-140 30 133,5 1,477121255 -0,102662342
141-154 30 137,5 1,477121255 0
155-168 22 161,5 1,342422681 -0,134698574
169-182 11 175,5 1,041392685 -0,301029996
183-196 3 189,5 0,477121255 -0,56427143



Graflk 1. Pertumbuhan Panjang Ikan Nila
Pertumbuhan ikan adalah perubahan panjang atau berat pada suatu individu atau populasi yang merupakan suatu respon terhadap perubahan makanan yang tersedia. Pertumbuhan total ini dari jumlah ikan antara jantan dan betina. Pada pertumbuhan ikan nila dapat dilihat dari grafik diatas bahwa pertumbuhannya tidak merata. Pada nilai tengah 105,5 yaitu frekunsi yang paling tinggi dan pada nilai tengah 189,5 adalah frekunsi yang paling rendah. Ini dikarenakan beberapa hal diantaranya paraktikan yang kurang teliti dalam melakukan praktikum. Dan 2 faktor yaitu, faktor luar diantaranya disebabkan oleh jumlah ikan, jenis makan, kondisi lingkungan dan factor dalam yaitu keturunan, umur dan lain-lain.


Table 2. Pertumbuhan Panjang Ikan Nila Jantan

Selang kelas fi Xi Log fi ∆ log fi
85-98 6 91,5 0,77815125
99-112 21 105,5 1,322219295 0,544068044
113-126 17 119,5 1,230448921 -0,091770373
127-140 8 133,5 0,903089987 -0,327358934
141-154 14 137,5 1,146128036 0,243038049
155-168 7 161,5 0,84509804 -0,301029996
169-182 2 175,5 0,301029996 -0,544068044
183-196 3 189,5 0,477121255 0,176091259




Grafik 2. Pertumbuhan panjang ikan nila jantan
Pertumbuhan panjang ikan nila jantan ini juga dipengaruihi oleh beberapa faktor diantaranya faktor Luar dan faktor dalam. Grafik dan pertumbuhan ikan nila jantan diatas dapat dilihat, dan tidak merata pertumbuhannya: Pada frekunsi nilai tengah 175,5 ikan nila jantan ini sangat rendah yaitu dengan frekunsi 2 dan pada nilali tengah 105,5 adalah frekunsi yang paling tinggi yaitu 21. Ini sama dengan panjang ikan nila total.



Tabel 3. Pertumbuhan Panjang Ikan Nila Betina

Selang kelas fi Xi Log fi ∆ log fi
85-98 1 91,5 0
99-112 18 105,5 1,255272505 1,255272505
113-126 21 119,5 1,322219295 0,06694679
127-140 22 133,5 1,342422681 0,020203386
141-154 16 137,5 1,204119983 -0,138302698
155-168 15 161,5 1,176091259 -0,028028724
169-182 9 175,5 0,954242509 -0,22184875


Grafik 3. Prtumbuhan panjang Ikan Nila Betina

Pada pertumbuhan panjang ikan nila betina ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor dalam dan faktor luar. Dan grafik pertumbuhan panjang ikan nila betina ini sudah terlihat berbeda dengan grafik pertumbuhn panjang ikan jantan maupun total pertumbuhan panjang ikan.
Pada nilal tengah 119,5 jumlah frekunsi yang paling tinggi adalah 21 dan jumlah nilai tengah 91,5 frekunsinya 1 dan ini merupakan frekunsi yang paling kecil.
Berarti sudah terlihat jelas pertumbuhan ikan itu dipengaruhi oleh jenis kelamin.
Karakter pertumbuhan penting selama masa pemeliharaan benih fingerling adalah pertumbuhan berat dan panjang. Grafik pertumbuhan panjang ikan nila berbentuk kurva terbalik (cekung kebawah), yaitu kecepatan tumbuhan panjang berbanding terbalik dengan pertambahan umur. Pada awal usia lebih cepat tumbuh memanjang yang semakin berkurang kecepatannya ketika ikan semakin tua.
http://pembenihan ikan. toba. Ac. Id





Tabel 4. Pertumbuhan Berat Ikan Nila

Selang kelas fi xi log fi ∆ log fi
10_28 29 19 1,462397998
29-47 62 38 1,792391689 0,329993692
48-66 43 57 1,633468456 -0,158923234
67-85 23 76 1,361727836 -0,27174062
86-104 13 95 1,113943352 -0,247784484
105-123 6 114 0,77815125 -0,335792102
124-142 1 133 0 -0,77815125
143-161 3 152 0,477121255 0,477121255


Grafik 4. Pertumbuhan Berat Ikan Nila

Pertumbuhan ikan adalah perubahan panjang atau berat pada suatu individu atau populasi yang merupakan suatu respon terhadap perubahan makanan yang tersedia
Pada pertumbuhan berat total pada ikan nila ini diambil dari berat ikan jantan dan ikan betina. Dan grafik pertumbuhan ikan nila ini, bahwa pada nilai tengah 38 dengan frekuensi adalah 62 yang paling tinggi frekunsinya dan pada nilai tengah 133 dengan frekuensi 1 adalah yang paling rendah. Ini dipengaruhi juga oleh faktor dalam dan juga faktor luar.


Tabel 5. Pertumbuhan Berat ikan Nila Jantan

Selang kelas fi xi log fi ∆ log fi
10_28 20 19 1,301029996
29-47 29 38 1,462397998 0,161368002
48-66 14 57 1,146128036 -0,316269962
67-85 6 76 0,77815125 -0,367976785
86-104 6 95 0,77815125 0
105-123 1 114 0 -0,77815125
124-142 1 133 0 0
143-161 1 152 0 0



Grafik 5. Pertumbuhan Berat Ikan Nila Jantan

Pertumbuhan berat ikan nila jantan ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor luar dan faktor dalam. Grafik dan pertumbuhan berat ikan nila jantan diatas dapat dilihat, bahwa tidak merata pertumbuhannya Pada frekunsi nilai tengah 38 ikan nila jantan ini sangat tinggi yaitu dengan jumlah frekunsi 29 dan pada nilai tengah 114 - 152 adalah frekunsi yang paling rendah yaitu 1. Frekunsi pertumbuhan berat ikan jantan ini berbeda dengan pertumbuhan berat total ikan nila.


Tabel 6. Pertumbuhan Berat Ikan Nila Betina

Selang kelas fi xi log fi ∆ log fi
10_28 9 19 0,954242509
29-47 33 38 1,51851394 0,56427143
48-66 29 57 1,462397998 -0,056115942
67-85 17 76 1,230448921 -0,231949077
86-104 7 95 0,84509804 -0,385350881
105-123 5 114 0,698970004 -0,146128036
124-142 0 133 0 -0,698970004
143-161 2 152 0,301029996 0,301029996



Grafik 6. Pertumbuhan Berat Ikan Nila Betina

Pada pertumbuhan berat ikan betina ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor dalam dan faktor luar. Dari grafik pertumbuhan berat ikan nila betina ini sudah terlihat berbeda dengan grafik pertumbuhan ikan jantan maupun pertumbuhan berat total ikan.
Pada nila tengah 38 jumlah frekunsi yang paling tinggi adalah 33 dan jumlah nilai tengah 133 frekunsinya 0 dan ini merupakan frekunsi yang paling kecil. Berarti sudah teilihat jelas bahwa pertumbuhan ikan itu sangat dipengaruhi oleh jenis kelamin.
Karakter pertumbuhan penting selama masa pemeliharaaan benih fingerling adalah pertumbuhan berat dan panjang. Grafik pertumbuhan berat badan berbentuk sigmoid (cekung keatas). Ditandai dengan laju pertumbuhan berat yang lambat terutama pada saat awal pemeliharaan sampai mencapai ukuran fingerling (2 bulan).
Seterusnya sampai umur 4-5 bulan ikan nila memperlihatkan berat yang cukup tinggi.


Tabel 7. Hubungan Panjang - Berat Total ikan Nila.

Grafik 7. Grafik hubungan panjang dan berat ikan nila

Hubungan panjang dengan berat hampir mengikut hukum kubik yaitu bahwa berat ikan sebagai pangkat tiga dari panjangnya.
Hubungan panjang berat total ikan nila dapat dilihat dari hasil grafiknya seperti diatas. Ditunjukkan bahwa pada sumbu x adalah log W dan pada sumbu y adalah log L, dan menunjukkan grafiknya naik rata.

8. Hubungan Panjang- Berat Ikan Nila Betina


Grafik 8. Grafik hubungan panjang dan berat ikan nila betina
Hubungan panjang dengan berat hampir mengikuti hukum kubik yaltu bahwa berat ikan sebagai pangkat tiga dari panjangnya.
hubungan panjang berat betina ikan nila dapat dilihat dart hasil grafiknya seperti diatas. Ditunjukkan bahwa pada sumbu x adalah log W dan pada sumbu y adalah log L dan pada grafik hubungan panjang berat ikan betina berbeda dengan hubungan panjang total ikan nila.

9. Hubungan Panjang - Berat lkan Nila Jantan



Grafik 9. Grafik hubungan panjang dan berat ikan nila jantan

Hubungan panjang dengan berat hampir mengikuti hukum kubik yaitu bahwa berat ikan sebagai pangkat tiga dari panjangnya.
Hubungan panjang berat ikan nila jantan dapat dilihat dari hasil grafiknya seperti diatas. Ditunjukkan bahwa pada sumbu x adalah log W dan pada sumbu y adalah log L. Dan pada grafik hubungan panjang berat ikan jantan berbeda dengan hubungan panjang total ikan nila tetapi hampir mirip dengan yang betina. Pada graflk hubungan panjang berat ikan nila jantan bentuknya horizontal.
Pertumbuhan ikan seimbang dengan pertambahan beratnya. Pertumbuhan demikian seperti telah diketemukakan ialah petumbuan isometric. Sedangkan apabila lebih besar atau lebih kecil dari 3 dinamakan pertumbuhan allometrik. Kalau harga n kurang dari 3 menunjukkan keadaan ikan yang kurus dimana pertumbuhan panjangnya ikan lebih cepat dari pertambahan beratnya.
Kalau harga n lebih besar dan S menunjukkan ikan itu montok, pertambahan berat lebih cepat dari pertambahan panjangnya. Cara yang digunakan dalam menghitung berat iakan ialah dengan menggunakan regresi, dapat mengikuti yang telah dikemukakan oleh Reusnfell dan Everhart (1953) dan Lagiar (1961) yaitu dengan menghitung dahulu logaritma dan tiap-tiap panjang dan berat ikan





10. Faktor Kondisi Ikan nila

Grafik 10. Grafik faktor kondisi ikan nila
Pada kondisi ikan nila ditunjukkan oleh grafik bahwa bentuknya horizontal. Dengan sumbu x adalah hubungan panjang berat dan sumbu y adalah faktor kondisi ikan itu sendri.


11. Faktor Kondisi ikan Jantan


Grafik 11.Grafik factor kondisi ikan nila jantan
Pada kondisi ikan jantan ditunjukkan oleh grafik bahwa bentuknya horizontal.
Dengan sumbu x adalah hubungan panjang berat dan sumbu y adalah faktor kondisi ikan itu sendri.

12. Faktor Kondisi Ikan Nila Betina


Grafik 12.Grafik factor kondisi ikan nila betina
Salah satu derivat penting dari pertumbuhan iaiah faktor kondisi dan sering juga disebut sebagai faktor K faktor ini menunjukkan keadaan baik dan ikan dilihat dri segi kapasitas fisik untuk survai dan reproduksi. Di dalam penggunaan secara komersil maka kondisi ini mempunyai anti kualitas dan kuanitas daging ikan yang tersedia untuk dapat dimakan. Jadi dapat rnempunyai arti dapat memberikan keterangan baik secara biologis atau secara komersial.
(efendi, ikhcan,M: 1997)





IV. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari
praktikum ini adalah sebagai benkut:
1. Pertumbuhan ikan adalah perubahan panjang atau berat pada suatu individu atau populasi yang merupakan suatu respon terhadap perubahan makanan yang tersedia.
2. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yaitu faktor dalam keturuna, faktor luar jenis kelamin dan faktor lingkungan pertumbuhan.
3. Hubungan litier antara panjang berat maka dapat ditulis: Log a + b L/Y = a+bX
4. Faktor kondisi adalah keadaan/kemontokan ikan yang dinyaakan dalam angka-angka berdasrkan pada data panjang dan berat.
5. Dan semua grafik diatas memiliki
perbedaan yang sanagat jelas. Itu disebabkan oleh beberapa hal.

B. Saran

Praktikum merupakan salah satu bentuk aplikasi dan mata kuliah yang bersangkutan dengan praktikum tersebut. Ada beberapa saran yang diharapkan bisa menjadikan praktikum selanjutnya menjadi lebih baik, antara lain sebagai berikut:
1. Adanya pengawasan yang lebih dari asisten terhadap praktikan yang sedang meneliti. Tanpa pengawasan yang lebih baik maka praktikan akan dengan seenaknya melakukan praktikum yang sedang dilakukan, walaupun tidak semua praktikan yang main-main tentunya akan mengganggu yang lain.
2. Asisten adalah pengganti dosen ketika berada dilaboratonum, sehingga diharapkan asisten dapat memberiakan solusi yang baik jika ada masalah atau pernyataan dari pertanyaan dan praktikan yang kurang dimengerti.
DAFTAR PUSTAKA

Effendie, M.I.1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Bogor
Khairuman.2002.Budidaya Ikan di Sawah. Agromedia Pustaka. Tangerang
Kordii, K. MGH.2000. Budidaya Ikan Nila. Dahara Prize. Semarang.
http://pembenihan ikan. Toba. Ac. Id. 2/26/2008
Raven dan Johnson. 1996. Biologi umum. Jakarta: Erlangga.
Siregar, abas. 1999.Pembenihan dan Pembesaran Secara Intensif. Danau Toba: Kanbisus.

CuaP_CuaP: gak Tau MaLu

CuaP_CuaP: gak Tau MaLu: "Gak tau maLu Selalu sadja itu… Selalu sadja itu iang km ucapkan.. “q menyesaL..q berjanji tidak akan mengulanginya lagi..q ingin semuanya..."

mmmm....HHHH Jadian ama sang puja'an hati

JADIAN..
Sebenernya dah lama sich pngen nuangin kbahagiaan Q ni krna bisa jadian ama someone yang mang bner2 aq arepin,aq sayang, bahkan Q btuh waktu 2 tahun tuk bisa jadian ma dia... But krena gx smpet, jdi ya bru bisa skrang ini Q ungkapin kbhagian Q ini,.

4 April 2010..
hmmm... tanggal yang bersejarah bwat q, karena ditanggal tersebutlah ikatan pacaran antara Q dan seseorang yang Q sayang diresmikan, dah lama juga sih dah 10 bulan yang lalu,.

Saat itu tepat ulang tahun dia, mlem2 Q k kkost'an dia,ya gx jauh2 amat sich ckup jalan aj dah nympek, saat itu aq bwa bngkusan kcil, berwarna ungu, berbntuk coklat, dan didalamnya tak lain adalah kado ulang tahun bwat dia,,, mmmm.... "kalung",. ya, kalung adalah kado ulang tahun yang mnrutQ special pada saat itu, karena Q tau lok dia lagi pngen2nya beli kalung itu,,,, "dikasih tau tmennya,,.hehe"
Kalung yang ada liontin berinisial nmanya yaitu 'S',.
Saat itu juga Q dikasih ksempatan bwat make'in, hemmmm... deg2'an sich...tapi Q brusaha bwat gx nunjukinnya...hehe

and....

Nyambung Again

Hallo guys....
Lama tak coret2 nieh, maklum kuliah lg pdet bnget so gx smpet lagi mo corat-coret...
Btw itu dulu ajalah, al'nyo bntar lg ane mau kuliah rancob, pada ngerti gx ni rancob apa'an, rancob noh rancangan percobaan, tapi susah betol kuliah'y guys, and gx bleh telat lagi, so ane harus brngkt lbih awal nieh, biar gx di usir and kbagian bangku,,,hehehehe

Segitu dlu ye guys,,
C_U

" Tak Tersentuh < D' Masiv > "

" Di dalam hatiku,,, Ada dirimu,,,Yang tak kan mengerti "
" Betapa dalam rasa,,, Cintaku untuk dirimu "
" Adakah celah dihatimu untuk cintaku yang begitu besar "
" Meski kau tak menginginkan adanya diriku "

" Kutakan pernah bisa,,,memilikimu,, luluhkan hatimu "
" Meski tlah kuserahkan sluruh jiwa ragaku "

" Di dalam hatiku,,, Ada dirimu,,,Yang tak kan mengerti "
" Adakah celah dihatimu untuk cintaku yang begitu besar "
" Meski kau tak menginginkan adanya diriku "


" Jika memang kau tak tersentuh "
" Kan ku berikan sisa hidupku "
" Untuk mencintaimu,,, Walau hati saja"

Temen_Temen Gw Di Marahin Ibu Kost......"Hahahaha"

HAHAHAHAH.............
Rasa'y W gx enak dech ma tmen2 w, Al tdi di marahin ibu kost, n w lg gx di kost'n.....puft.....Jangan marah ya tmen2 ma w.....hehehehe

Kjadian'y gni....
Tdi sieh masih d kmpus, yah biasa ngbrol, kengek2'an, curhat, ya bnyak lah,,,,tapi lma2 bosen gtu,,,,
Nah w lngsung blik aj, al di smz tmen mo di ajkin maen,,,
Sesampainya w di kost'n, yah bres2 dkit,,,,ehhhhhhhh tmen w pada dtng k kost'n....
Ada X 8-10 orng, itu cwe ma cwo.....
Y w mah sneng2 aj bis anak2'y seru2 sieh gokil2 bnget....
Asik pkok'y...

Nah kbtulan tmen Sms w, nyruh dtng k kost'n, al da yang mo d tnyain,,,,
Ya w lngsung cbut aja, al kbtulan ada motor,,
Lumayan lama sieh 2-3 jam'an w di kost'n tmen w, sdangkan tmen2 yg maen di kost'n w lg pda nonton,,,film american pie lok gx salah.....hehehe...

Singkat cerita......

Setelah beberapa jam, N w lgi ngnterin tmen w, W dpr Smz dr tmen w yg tdi maen k kost'n....
Isi'y...

" ....." KUn qtq orang di marahin ibu kost u....hahaha"

Hahahaha.....w ktwa aj, duch kok bisa yah,,,,mungkin kramean kali makanya ibu kost marah.
Kbtulan posisi w msh jauh dr kost'an jd y gx bisa lngsung pulng,,,
Coba di dket kost'n bkal w lawan tuch ibu kost, y gmna gx, msak maen rame2an kok d marahin, mank di sangkanya mo ngapain,,,,,
Pusing jg gw m ibu kost nieh.....
Lok mang mo mrah, ma w aj, jngn ma tmen2 w, dia kan gx salah, niat dia mank maen, mo istirahat, n sneng2 aj, tpi napa mlah di marahin,,,
Bener2 aneh..............

Lok mpe tmen2 w maen lg trus d marahin lg. liat ya bu.......................Gx bayar uang listrik gw....hahahahaha...

Tmen2Q yg gokil2, jngn kapok yah maen k kost'n, tapi jngan k seringan jga,,al ibu kost lg sipek'...hehehehe

You'r are my best friend......

Abis Gw Di Kongekin..??? Puft.....????

Agak'y tiap hri gw bkal di kongekin ni ma tmen2 se kampus, Ya biasa lah, masalah kdeketan dengan '........' Ya sebut aj si 'A".

Ya mau gmna lagi, dh jdi resiko kmi bedua tuk slalu d kongekin ma tmen2 se kmpus, Al kdeketan kmi mank bisa d bilang.......??? Gmna yah, Pkok'y dket dech'.
Ibarat' man tinggal status aj,,,,tpi syang'y msih lum pngen pcaran, msh pngen tmenan, al kata si 'A' Msh cpek skit hati, mkanya lum bisa jdian mpe skrang,,,,??

Bagi w sieh gx masalah, al w mang sayang bngt ma dia jd lok mank mo tmenan dlu jg gx masalah, tpi lok bisa y jngan lama2,,,,hehehe.
Soal'y w nungguin dia dah hmpir 2 tahun,dengan berbagai mcam cobaan n rintangan...." " hehehe...

Ya mank bner, dah hmpir 2 taun w nngguin tuk bisa jd cwo dia....??Mpek skrang jg blum bisa Jadian2 juga...."

Tapi inti msalh'y adalah Dia tuch orng'y BT'an, gx suka d kongekin pa lgi di goda'in,jdi lok ada tmen yg ngo'ngekin gtu, dia lngsung BT, trus ngmbek dech....

Beda ma w, w mah bdo amat, di kongekin or gx,toch nti cpek ndri....
Pkir w nieh, lok mank gx mo di kongekin ya bruan jdian ajah...hehehe, Jdi'y kan gx bkal di kongekin lg....hehehe

Tapi ya gx pa2 lah, yg pnting te2p tebel telinga aj n msa bdo ma yang namanya " KONGEK" Biar pda cpek ndri...hehehe
Buat si 'A'....
Jngn suka bte yach,,,,nti ckep'y ilang....hehe
N Love You So Much....

(^_^) " CINTA _ KITA " (^_^)

" Inilah Aq apa adanya..."
" Yang ingin membuat mu bahagia..."
" Maafkan bila ku tak sempurna..."
" Sesempurna cinta q padamu..."

" Ini cintaQ apa adanya..."
" Yang ingin slalu disampingmu..."
" Q dan semua tiada yang sempurna,,,di belah oleh langit ini..."

" Jalan kita masih panjang..."
" Ku ingin kau slalu disini..."

" Biar cinta kita tumbuh harum mewangi..."
" Dan dunia menjadi saksinya..."
" Untuk apa kita berdua merubah waktu..."
" Dengan kata, kata perpisahan..."

" Demi cinta kita, Aq akan menjaga..."
" Cinta kita, yang tlah kita bina..."
" Walau hari, terus berganti hari lagi..."
" Cinta kita abadi selamanya..."

Jngan Panjang_Panjang Yang Penting Bener...???

" Jangan Panjang_Panjang Yang Penting Bener "

Hahahaha.....Lok inget kata2 itu jd ktawa sndri gw....
Gmna enggak coba, siang tdi skitar jam 12.00 gw ujian, Biasa Quis....
Soal'y sieh gx sulit2 amat yah, man btuh nalar...tpi bkin ngejebak,,,
Nah Kbetulan lok msalah nalar otak w agax2 lancar sieh..hehehe?? Tapi gx tau knpa agax'y dosen'y lg mles X ya baca tulisan yg pnjang and gx karuan gtu, Mulanya sieh w asal nulis aj tpi ya nyngkutlah dikit2 ma soal...2 X jwaban w di liat dosen, prtama sieh gx ngefek,,,,, tapi yang ke dua karena jwabn W yang hmpir satu lembar Folio gtu,,, Tiba2 ja Dosen'y BIlang,,,,
" Jawaban'y Jangan Panjang_Panjang tapi yang Penting Bener "

Hadohhhhhhh............Jd Agak Puyeng jg gw....
Tpi ya Mo gmna lg,masak mo d gnti, rank wktu'y ja dh mo abis gehh...
So bsok2 yg penting jwaban'y bner,,,,
Gx Usah pnjang2.....
Hahahahaha....

" ADA_ADA AJA "

Jangan Sok_Sok Ngatur Dech....????

"Belum ada status aj dah sok-sok ngatur".....

Kata2 itu yg masih Q ingat sampai pagi ini stelah semalem q smpat sdkit berantem sama yah bilang aj calon pacar q...
Rasa-rasa'y q ni pngen bngt triak dh blang ma dia " Di Mana'y Sih gw ni Ngtur2 u "...
Kejadian'y sieh dr siank pas d kmpus, q man nanya..

" Gw " Lg Smz'n yah....?
"...." Iyah...!
" Gw " Ma sapa....?
"...." Tmen w...!

Sbenernya q man nya itu doank sieh,klok di pkir2...diman'y sieh q ni ngatur2 dia... Q kn man nanya aj,,Lok mank gx di kasih tau yaw dah gx pa2, q jg gx kan mksa????

Pas waktu mlem'y...yah biasa lah orng lg PDKT psti Smz'n...dan sial'y k'ulang lgi k'jadian tdi siang...
Saat itu q Smz'n tp tau knpa kok dia lma bngt bles smz q...

Isi Smz'y....

"...." Maf lama tdi w lg di tlpn tmen...
" Gw " iya gx pa2...maf bleh tau capa yg nelfon...?
"..." tmen w...
" Gw " Pasti yg Smz'n ma u tdi siank yah...?
"..." bkn kok, yg tdi siank tmen w dri"......" and skrng dr "...." mank knpa???
" Gw " Gx pa2...Pngen cmbru tpi rasa'y gx berhak...
".................................................................."

Stlah q bles kyk gtu, kluar dah kta2 " belum ada status aj dah ngtur2...pa lagi lok dah ada status...."

Rasanya sesek bener dada q, w hnya bisa diam sesaat, bngung w mau bles ap,,smpat brfikir gx d bles tpi akhir't q bles...
"............................................"

Dri stulah q ni pngen bngt tau d mna ltak q yg seolah ngtur dia...ap q salah lok nanya lg smz'n n nlfon m sapa...ap q slah lok q sdkit prhatian ma dia...ap q salah lok q cmbru lok dia smz'n or nlfon m cwo laen....yah mskipun q ni bkn sapa2 dia...

Coba di pkir, Masak iya orng yg kita sayang, yang kita cintai Sms'n or Tlfn2'n m cwo laen tpi kita'y diem aj, seolah masa bodo gtu...Ya psti se'enggx'y kita psti nanya,,lok mank di ksh tau ya udah, gx jg gx pa2,,,,bner gx????

Tpi ya sudahlah mngkin q yg gx bsa ngrtiin dia, mngkin q yang terlalu syang ma dia, mngkin jg q yng trlalu brharap ma dia, sdngkan dia bodo amat ma perasaan q....

Yah mdah2n ja apa yg q pkirin salah, mdah2n dia jg sayang ma q...hingga khirnya q n dia bisa memiliki status yaitu " P A C A R A N "
I LOVE YOU SO MUCH,,,,,," S........."

Rahasia Agar Disayang Kekasih

MEMILIKI tambatan hati yang pencemburu atau pemarah sekalipun bisa Anda taklukkan dalam sekejap, asalkan Anda tahu bagaimana cara meluluhkan hatinya.
Persiapan trik jitu menaklukkan hatinya tak hanya akan membuahkan hasil manis pada hubungan kalian berdua, melainkan hal ini juga bisa bermanfaat membuat Anda semakin disayang oleh pasangan.
Menurut berita yang dilansir Lovingyou, Sabtu (4/4/2009), agar semakin dicintai oleh pujaan hati, Anda harus menemukan rahasiany.


Perhatian yang utama

Setiap pasangan pastinya ingin selalu mendapatkan curahan kasih sayang dari pujaan hati. Jika kekasih Anda tergolong pekerja keras yang selalu sibuk di kantor, manfaatkan waktu yang ada dengan memberikan curahan kasih sayang kepadanya. Misalnya, mengingatkan untuk makan pada waktunya, atau luangkan waktu untuk menemaninya makan siang atau dinner berdua. Lambat laun perhatian yang Anda berikan akan membuat dia tersadar betapa ruginya dia bila kehilangan Anda.

Telepon romantis

Untuk terlepas dari kejenuhan dalam hubungan, Anda harus giat-giat melancarkan aksi 'telepon romantis'. Sesekali menceritakan tentang kenangan di masa lalu yang paling berkesan dalam kehidupan cinta kalian berdua atau bertukar pikiran tentang masa depan, tak ada salahnya dicoba. Supaya terasa lebih romantis, awali pembicaraan di telepon dengan kata 'Halo sayang' atau akhiri dengan kata cinta 'I love you'.

Cintai dia apa adanya

Jika Anda ingin disayang seutuhnya, maka Anda pun terlebih dahulu bisa mencintai dia apa adanya. Tak perlu memaksakan dia menjadi boneka rekayasa ciptaan Anda sendiri. Tetapi biarkan dia merasakan nyaman saat berada di samping Anda. Dalam hal ini Anda pun dituntut bersikap baik. Jangan sampai kekasih Anda menganggap keberadaan Anda sebagai ancaman baginya. Mencintai dia apa adanya adalah kunci yang perlu Anda pegang erat agar selalu bisa merasakan kasih sayang penuh darinya.

Dri Referensi yg gw baca sieh.....
Lok Asli'y gx tau jg.....
Hehehe....yg psti hrgai seorang wanita dan jangan pernah sekalipun menyakiti hatinya.....

Tips Mudah Ngilangin Jerawat

Buah-buahan dan sayuran serta ramuan di bawah ini bisa kamu gunakan untuk menghilangkan jerawat pada wajah kamu, manfaatnya bukan hanya untuk menghilangkan jerawat saja, tapi akan membuat wajah akan terlihat lebih segar. Yaitu :

1. Jeruk nipis

Campur 1 sendok makan air jeruk nipis dengan setengah sendok makan belerang lalu oleskan pada bagian wajah yang berjerawat.

2. Apel

Blender setengah buah apel dengan beberapa tangkai seledri lalu olehkan pada bagian jerawat. Diamkan hingga mengering, kemudia bilas wajah hingga bersih.

3. Kentang

Bersihkan dan haluskan kentang mentah secukupnya, lalu oleskan pada wajah. Diamkan selama 15 menit kemudian bilas bersih.

4. Madu

Oleskan madu pada bagian jerawat, dan diamkan selama 1 malam. Dengan tujuan agar meresap ke dalam pori-pori kulit.

5. Mentimun

Blender mentimun lalu oleskan pada wajah. Diamkan selama 30 menit. Jika sudah kering basuh hingga bersih.

6. Tomat

Siapkan tomat merah menjelang tidur, kemudian potong-potong dan oleskan pada wajah. Biarkan cairan dari tomat tadi mengering. Bersihkan cairan tadi esok pagi. Lakukan hal ini secara rutin, agar memperoleh hasil yang maksimal.


Naahhhhhh.....Bruan coba'in geh....tpi lok gx berhasil segera hbungin dokter aj yah...biar bisa ditanganin dengan benar....
Hehehehehe....

Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Lewat kata yang tak sempat disampaikan

Awan kepada air yang menjadikannya tiada

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Facebook Twitter RSS